10 Jenis Terapi

Autisme saat ini sudah menjadi perhatian, baik masyarakat pada umumnya dan juga pemerintah. Terbukti semain banyaknya bermunculan klinik autis dengan berbagai macam metode dan juga sekolah-sekolah inklusi yang menerima anak dengan kebutuhan khusus.

Berikut ini 10 macam terapi yang diakui oleh para praktisi dan profesional yang bisa dipertanggungjawabkan :

1) Applied Behavioral Analysis (ABA)
ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bias diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

2) Terapi Wicara
Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.
Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.

Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

3) Terapi Okupasi
Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar.

4) Terapi Fisik
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan pervasif. Banyak diantara individu autistik mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya.

Kadang-kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-ototnya dan memperbaiki keseimbangan tubuhnya.

5) Terapi Sosial
Kekurangan yang paling mendasar bagi individu autisme adalah dalam bidang komunikasi dan interaksi . Banyak anak-anak ini membutuhkan pertolongan dalam ketrampilan berkomunikasi 2 arah, membuat teman dan main bersama ditempat bermain. Seorang terqapis sosial membantu dengan memberikan fasilitas pada mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebaya dan mengajari cara2nya.

6) Terapi Bermain
Meskipun terdengarnya aneh, seorang anak autistik membutuhkan pertolongan dalam belajar bermain. Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar bicara, komunikasi dan interaksi social. Seorang terapis bermain bisa membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu.

7) Terapi Perilaku.
Anak autistik seringkali merasa frustrasi. Teman-temannya seringkali tidak memahami mereka, mereka merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya, Mereka banyak yang hipersensitif terhadap suara, cahaya dan sentuhan. Tak heran bila mereka sering mengamuk. Seorang terapis perilaku terlatih untuk mencari latar belakang dari perilaku negatif tersebut dan mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya,

8) Terapi Perkembangan
Floortime, Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention) dianggap sebagai terapi perkembangan. Artinya anak dipelajari minatnya, kekuatannya dan tingkat perkembangannya, kemudian ditingkatkan kemampuan sosial, emosional dan Intelektualnya. Terapi perkembangan berbeda dengan terapi perilaku seperti ABA yang lebih mengajarkan ketrampilan yang lebih spesifik.

9) Terapi Visual
Individu autistik lebih mudah belajar dengan melihat (visual learners/visual thinkers). Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar komunikasi melalui gambar-gambar, misalnya dengan metode …………. Dan PECS ( Picture Exchange Communication System). Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan ketrampilan komunikasi.

10) Terapi Biomedik
Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam DAN! (Defeat Autism Now). Banyak dari para perintisnya mempunyai anak autistik. Mereka sangat gigih melakukan riset dan menemukan bahwa gejala-gejala anak ini diperparah oleh adanya gangguan metabolisme yang akan berdampak pada gangguan fungsi otak. Oleh karena itu anak-anak ini diperiksa secara intensif, pemeriksaan, darah, urin, feses, dan rambut. Semua hal abnormal yang ditemukan dibereskan, sehingga otak menjadi bersih dari gangguan. Terrnyata lebih banyak anak mengalami kemajuan bila mendapatkan terapi yang komprehensif, yaitu terapi dari luar dan dari dalam tubuh sendiri (biomedis).

Sumber dari :
www.autis.info
Blog Ridwan

Dampak Psikologis Anak Korban Merapi


MAGELANG (KRjogja.com) – Paska Gunung Merapi meletus sejak Selasa (26/10) kemarin, anak-anak pengungsi di Magelang terindikasi mengalami gangguan psikologis. Kebanyakan diantaranya mengalami trauma saat erupsi berlangsung. Demikian dikatakan, Herry Hikmat, Direktur Pelayanan Sosial Anak Kementrian Sosial RI, ditemui di salah satu tempat pengungsian di Kecamatan Dukun, Magelang Minggu (31/10).

"Saya melihat ketika ada suara gemuruh yang terlalu kencang, anak-anak langsung berlari. Padahal, mereka sebelumnya bermain dengan teman-temannya. Ini sebuah indikasi, jika mereka mengalami gangguan psikologis," katanya.

Meski begitu, pihaknya menganggap hal tersebut wajar. "Bagaimana tidak trauma. Ketika mereka tidur lelap tiba-tiba dibangunkan dan diajak berlarian. Hal ini tentu akan menggagu pikiran mereka," tegasnya.

Untuk itu, ribuan anak yang tinggal di kawasan Gunung Merapi seperti di Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali membutuhkan pendampingan secara khusus. Kementrian sosial, telah menerjunkan 95 pekerja sosial (peksos) ke berbagai wilayah yang terkena dampak letusan Gunung Merapi, guna penanganan trauma anak atau gangguan psikologis.

"Jumlahnya nanti akan kita sesuaikan dengan jumlah anak. Saat ini yang terdata baru di Magelang 1645 anak dan di Sleman ada 1600 anak. Untuk Klaten dan Boyolali, masih kita data," terangnya.

Sementara itu, proses pendampingan yang akan dilakukan, berupa pemberian stimulan kepada para anak korban bencana merapi untuk melupakan trauma sembari menumbuhkan potensi anak. Diantaranya mendirikan pondok anak ceria.

"Kita juga sediakan alat untuk menulis dan beberapa peralatan belajar lainnya. Kita bikin mereka senyaman mungkin agar mereka bisa melupakan kejadian yang baru saja menimpanya," tuturnya. (Bag)

Akibat Timbal, Sejuta Anak Alami Kerusakan IQ

Dari : Pdpersi (Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia)

Jakarta - Harapan masyarakat Indonesia untuk segera lepas dari jeratan krisis tampaknya akan semakin lama terwujud. Lebih dari satu juta anak Indonesia dikhawatirkan akan mengalami kemerosotan tingkat kualitas intelegensinya (IQ)nya akibat polusi dari pemakaian bensin (premium) yang mengandung timbal.

Kemerosotan atau kelemahan IQ anak usia SD (sekolah dasar) akibat "racun" timbal diperkirakan akan dialami kota yang arus lalulintasnya padat, salah satunya Jakarta.

Demikian terungkap dalam jumpa wartawan dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, Dirut Pertamina Baihaki Hakim, Deputy Pengendalian Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Y Mukawi dan Kepala Bappedal Bali Ni Wayan Sudji, beberapa waktu yang lalu.

Mukawi mengungkapkan, sinyalemen tentang sejuta anak yang mengalami kemerosotan tingkat pertumbuhan dan perkembangan IQ-nya, didasarkan hasil penelitian yang dilakukan Bank Dunia pada anak didik di sejumlah sekolah di Jakarta.

Tanpa disadari, ketika kita menghirup oksigen ternyata di dalamnya terkandung timbal, hasil pembakaran kendaraan bermotor. Percaya atau tidak, timbal yang masuk bersama udara yang kita hirup ternyata beracun dan mempengaruhi kesehatan.

Pencemaran udara yang terjadi saat ini antara lain disebabkan oleh bahan aditif yang terdapat di dalam bensin, yaitu timbal. Timbal merupakan neurotoksin atau racun penyerang saraf yang bersifat akumulatif. Biasanya, timbal terkonsentrasi di terminal-terminal bis dan jalan-jalan raya. Setiap kenaikan kadar timbal dalam darah sebesar 10 ug per dl, dapat menyebabkan penurunan IQ sebesar kurang lebih 2.5 poin. Dan setiap paparan 1 ug per meter kubik, timbal diudara dapat menyumbang 2.5-5.3 ug per dl timbal dalam darah Efek yang ditimbulkan dari timbal sangatlah besar bagi kesehatan. Hasil berbagai penelitian yang dilakukan beberapa LSM dan Perguruan Tinggi di Jakarta terhadap beberapa Polisi Lalu Lintas menunjukan, ada kecenderungan mereka dapat menjadi mandul, karena sperma di dalam tubuhnya sudah terkontaminasi pencemaran timbal.

Pada anak-anak, timbal sangat berbahaya karena dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) dan kemampuan belajar. Pada perempuan, pengaruh timbal ditandai dengan mual-mual, mata merah dan pusing-pusing. Sementara pada pria ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan peningkatan tekanan darah tinggi.

Sumber timbal yang paling utama, adalah emisi gas buang kendaraan bermotor atau hampir 90 persen dari total emisi timbal di atmosfer. Ketika bensin bertimbal dibakar, partikel-partikel halus timbal akan diemisikan dan tetap berada di udara beberapa minggu sebelum akhirnya mengendap. Partikel halus timbal tersebut dapat langsung dihirup kebagian paling dalam paru-paru dan diserap ke dalam darah dengan efisiensi hampir 100 persen, kemudian berakumulasi di otak.

Pada daerah pemukiman di Jakarta, hasil pemantauan kadar timbal di udara selama kurun 1994 hingga 1998 menunjukan kisaran 0.21.8 ug per meter kubik. Di Indonesia, Baku Mutu kualitas udara untuk timbal adalah 1 ug per meter kubik. Walaupun Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas timbal 0.51 ug per meter kubik. Perkembangan terakhir menyebutkan, tidak ada ambang batas timbal yang rendah, yang tidak dapat mendeteksi dampak negatif pada anak-anak dan orang dewasa. Artinya, timbal memang harus dihapuskan karena dampaknya yang sangat merugikan.

Hanya sekitar 10 persen timbal mengendap langsung di tanah, dalam jarak 100 meter dari jalan. Sebanyak 45 persen mengendap dalam jarak 20 km, 10 persen mengendap dalam jarak 20 hingga 200 km, dan hanya 35 persen terbawa ke udara atmosfer. Adanya transportasi timbal jarak jauh ini dibuktikan dengan adanya peningkatan timbal di daerah kutub, Greenland

Mengingat dampaknya yang sangat membahayakan kualitas hidup masyarakat, tidak mengherankan, banyak yang menginginkan pencemaran udara akibat timbal segera dihapuskan. Karena itu, sudah saatnya menghapus bensin bertimbal karena risiko kesehatan yang harus dibayar sangat tinggi.(iis)

Sumber ‘racun’ di sekitar kita..

Yayasan Autis Indonesia
March 18, 2010 by Pengurus
Filed under: Artikel 

Pemeriksaan rambut ratusan anak-anak dengan ASD menunjukkan bahwa 90% dari mereka mempunyai kadar logam beracun yang tinggi dalam tubuhnya. Berapa banyak dari racun itu ada dalam tubuhnya dan berapa persen berada dalam otaknya tidak diketahui.

Seberapa akuratkah pemeriksaan logam berat melalui rambut ? Itupun sulit dipastikan. Hanya saja memang pemeriksaan inilah yang ada pada saat ini, dan beberapa ahli mengatakan bahwa pemeriksaan ini cukup bisa dipercaya.

Dari sekian banyak logam berat yang bisa masuk dalam tubuh, yang merupakan racun otak yang kuat adalah terutama Merkuri (Hg) dan Timbal hitam (Pb).

Mengapa anak-anak dengan ASD mempunyai kecenderungan "menumpuk" logam-logam ini dalam tubuhnya ? Salah satu penyebabnya adalah karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk membuang logam-logam tersebut dari tubuhnya.

Oleh karena itu sebaiknya para orang tua mengetahui sumber-sumber logam tersebut sehingga bisa menghindarinya.

Timbal hitam (Pb)

Timbal hitam adalah logam berwarna keabu-abuan yang secara alamiah terdapat pada lapisan tanah. Timbal hitam bisa ditemukan dimana saja di lingkungan kita, bahkan sangat banyak dipakai oleh manusia. Misalnya dalam produksi batu batere, amunisi, benda2 yang terbuat dari metal, misalnya pipa, solder, bahkan dipakai untuk lapisan pelindung terhadap sinar-X. Timbal hitam juga masih dipakai sebagai campuran dalam bensin, cat rumah, keramik, dan juga dipakai di percetakan.

Bila debu yang berisi timbal hitam terbang di udara, ia bisa terbang sangat jauh sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Begitu jatuh ke tanah ia akan menempel pada partikel-partikel tanah dan sebagian diserap oleh air tanah.

Bagaimana manusia bisa terpapar timbal hitam ?

  • Tercemar makanan dan minuman yang mengandung zat tersebut.
  • Berada dalam suatu bangunan tua yang catnya mulai mengelupas.
  • Berada di tempat pekerjaan, dimana timbal dipakai.
  • Memakai timbal untuk hobi, misalnya mewarnai kaca.

Pengaruh timbal hitam terhadap kesehatan:

Timbal mempunyai efek yang buruk terhadap semua organ tubuh. Yang paling peka adalah susunan saraf pusat, terutama pada anak-anak. Ginjal dan alat reproduktif juga sangat terpengaruh. Apakah ditelan atau dihirup pengaruhnya sama.

Pada kadar yang tinggi timbal bisa memperlambat reaksi, menyebabkan kelemahan pada jari, pergelangan tangan dan kaki, dan juga mempengaruhi daya ingat. Pada pria bisa mempengaruhi sistem reproduktif.

Bagaimana pengaruhnya terhadap anak ?

Anak kecil bisa tercemar dengan memakan benda-benda yang mengandung timbal, seperti cat yang mengelupas, tanah yang tercemar, atau menghirup udara yang  terpolusi timbal.

Anak lebih peka terhadap keracunan timbal daripada orang dewasa. Menelan kadar yang cukup tinggi menimbulkan anemia, sakit perut hebat, kelemahan otot dan kerusakan otak. Pada kadar yang lebih kecilpun timbal bisa mempengaruhi perkembangan mental dan fisik anak.

Akibat paparan timbal jauh lebih berbahaya untuk bayi dan janin. Bisa menyebabkan kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan yang kurang, kemampuan mental berkurang, sedangkan pada usia sekolah ia akan mengalami kesulitan belajar dan gangguan pertumbuhan fisik. Efek seperti ini akan terlihat bila si ibu terpapar kadar timbal yang tinggi.

Cara menghindari risiko paparan timbal:

  • Hindari sumber cemaran timbal.
  • Jaga anak-anak supaya tidak memasukkan/mengigit-gigit sesuatu yang dicat dengan cat yang dicampur timbal.
  • Alirkanlah air keran untuk 15-30 detik sebelum diambil airnya, untuk menghindari timbal yang mungkin bocor dan keluar dari pipa.
  • Jauhkanlah semua benda yang mengandung timbal dari anak-anak.
  • Seringkali bersihkan muka dan tangan anak. Bersihkan rumah dari debu tiap hari.

Merkuri /Air raksa ( Hg)

Merkuri adalah sejenis metal yang terjadi secara alamiah dan mempunyai berbagai bentuk. Metal merkuri adalah cairan yang mengkilat berwarna putih-perak, dan tidak berbau. Bila dipanaskan ia menguap menjadi gas yang tak berwarna dan tak berbau.

Merkuri-inorganik atau disebut juga garam merkuri adalah campuran merkuri dengan elemen-elemen seperti chlorine, sulfur atau oksigen, berbentuk bubuk putih atau kristal.

Bila bergabung dengan karbon, merkuri membentuk merkuri-organik. Yang paling sering ditemui adalah methylmerkuri yang dibuat oleh jasad renik dalam air atau tanah. Makin banyak merkuri di lingkungan, makin banyak methylmerkuri dibuat oleh jasad renik tersebut.

Metal merkuri dipakai untuk membuat gas chlorine dan caustic soda, juga dipakai dalam thermometer, tambalan gigi dan batu batere. Garam merkuri kadang-kadang dipakai dalam krim muka sebagai pemutih, juga dalam krim antiseptik dan salep.

Darimana datangnya merkuri ?

  • Merkuri inorganik (garam merkuri) dihasilkan oleh pembakaran batu bara, pabrik2 yang memakai bahan merkuri dan pertambangan merkuri. Merkuri yang berupa debu terbang melalui udara.
  • Merkuri masuk ke dalam air atau tanah dari pembuangan sampah, dan letupan gunung berapi.
  • Methylmerkuri terbentuk dalam air dan tanah oleh jasad renik yang disebut bakteri.
  • Methylmerkuri diserap oleh ikan. Makin besar dan makin tua ikan tersebut, makin tinggi paparan merkuri dalam tubuhnya.

Bagaimana manusia terpapar oleh merkuri ?

  • Makan ikan atau kerang yang terpapar methylmerkuri.
  • Menghirup udara yang mengandung uap merkuri dari pembakaran, incinerator dan industri yang memakai merkuri sebagai bahan bakar.
  • Menghirup uap merkuri yang lepas dari tambalan gigi, mendapat suntikan yang mengandung merkuri.
  • Menghirup udara yang terkontaminasi uap merkuri di tempat kerja, dan kontak melalui kulit ( dokter gigi, pekerja kesehatan, kimia dan industri yang memakai merkuri misalnya pabrik termometer dan lampu neon).

Pengaruh merkuri terhadap kesehatan :

  • Susunan saraf pusat sangat peka terhadap semua jenis merkuri.
  • Methylmerkuri dan metal-merkuri lebih berbahaya dari jenis lain, oleh karena dalam bentuk ini merkuri bisa sampai ke otak. Paparan yang tinggi terhadap metal-, inorganik-, dan organik- merkuri bisa menyebabkan kerusakan yang permanen pada otak, ginjal dan janin yang sedang berkembang. Dampak terhadap fungsi otak bisa berupa iritabilitas (mudah marah), rasa malu, tremor (gemetaran), gangguan penglihatan, pendengaran dan memori (daya ingat).
  • Suatu paparan jangka pendek pada kadar yang tinggi dari uap metal-merkuri bisa menyebabkan kerusakan paru, rasa mual, muntah, diare, peninggian tekanan darah dan detak jantung, gangguan pada kulit dan iritasi mata.

Bagaimana pengaruh merkuri terhadap anak ?

  • Makin muda seorang anak makin peka terhadap pengaruh merkuri.
  • Pada saat pembentukan janin, ia bisa mendapat paparan merkuri dari ibunya, bila ibu tersebut juga terpapar merkuri yang selama itu menumpuk dalam tubuhnya, terutama tulangnya.
  • Begitu juga merkuri bisa sampai pada bayi melalui air susu ibu.
  • Merkuri yang terpapar pada janin melalui ibunya bisa menimbulkan kerusakan otak, retardasi mental, gangguan koordinasi, buta, kejang, dan gangguan bicara.
  • Anak-anak yang teracuni merkuri bisa mengalami kerusakan pada susunan saraf, saluran pencernaan dan ginjal.

Cara menghindari risiko paparan merkuri :

  • Hati-hati membuang benda yang mengandung merkuri seperti termometer dan lampu neon.
  • Bila merkuri jatuh dilantai, jangan memakai penghisap debu (vacuum-cleaner), oleh karena merkuri tersebut akan menguap dan bahaya untuk terhirup.
  • Ajarkan anak-anak untuk tidak bermain dengan cairan yang mengkilat dan berwarna perak.
  • Hati-hati membuang obat yang mengandung merkuri. Jauhkan dari anak-anak obat-obat tersebut.
  • Hindari tambalan gigi yang memakai merkuri (amalgam).
  • Hindari makan ikan laut terlalu banyak.

Dr. Melly Budhiman SpKJ, Maret 2004.
Dimuat di Buletin YAI pada tahun yang sama.

Keluarga dengan Anak Autis Tak Perlu Cemas

Jakarta (ANTARA News) - Kehadiran anak dengan gangguan spektrum autistik seringkali menimbulkan krisis dalam keluarga secara terus-menerus, namun tidak berarti keluarga tersebut tak bisa keluar dari krisis tersebut, kata Psikolog dari UI Dr Adriana Soekandar Ginanjar.

"Krisis dalam keluarga dengan anak spektrum autistik biasanya jauh lebih berat daripada keluarga pada umumnya, namun banyak cara penanganan krisis ini sehingga mereka lebih bisa tegar dan bangkit, jadi tak perlu cemas," kata Koordinator Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI itu pada Expo Peduli autisme 2010 di Jakarta, Sabtu.

Gangguan spektrum autistik, urainya, merupakan bagian dari gangguan perkembangan anak yang ditandai terganggunya komunikasi, terganggunya sosialisasi dan adanya perilaku terbatas yang berulang, di mana si anak selain menarik diri juga sering menunjukkan perilaku agresif, hiperaktif, dan reaksi marah yang meluap.

Ia menguraikan, krisis yang biasanya dialami orangtua dengan gangguan spektrum autistik antara lain saat orangtua mendapat laporan diagnosis anak yang membuat mereka terkejut dan tidak percaya.

Gangguan kesehatan fisik yang biasanya berkaitan dengan gangguan spektrum autistik seperti epilepsi, alergi kronis, masalah pencernaan dan kelainan jantung, ujarnya, juga membuat orangtua stres karena anak tersebut berarti memerlukan tidak hanya perhatian lebih tetapi juga biaya lebih.

Beban orangtua, ujarnya, juga semakin berat bila kehadiran anak tidak diterima oleh kerabat, tetangga dan masyarakat sehingga membuat keluarga merasa malu dan menyembunyikan si anak, belum lagi jika si anak mengalami perlakuan tidak menyenangkan (bullying) dan diskriminasi di sekolah maupun di tempat umum.

"Ketika si anak semakin berkembang menjadi remaja kemudian muncullah masalah baru yang menuntut adaptasi. Tantangan dalam mengasuh anak ini bisa berdampak pada perkawinan dan menyebabkan perceraian," katanya.

Menurut dia, cara terbaik untuk bertahan dalam situasi sulit dan keluar dari krisis ini adalah dengan mengembangkan kerja sama dan saling mendukung dalam keluarga untuk melewati krisis dengan memandang masalah sebagai bagian dari kehidupan sambil melihat sisi positif sebagai pelajaran.

Ketika menghadapi stres, lanjut dia, perlu dikembangkan upaya untuk mengelola stres yang disebut sebagai strategi "coping" antara lain dengan cara membuat perencanaan untuk mencari solusi, mencari dukungan sosial dan emosional dari orang lain, mengontrol ekspresi emosi negatif, memandang masalah dari sudut positif dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Expo Peduli Autisme ini selain menggelar seminar penanganan anak-anak autis dengan memberi semangat dan membekali orangtua berbagai cara praktis dari para psikiater dan psikolog serta berbagi pengalaman orangtua, juga memamerkan sejumlah lukisan cat minyak karya anak-anak autis.

(T.D009/ R009)
COPYRIGHT © 2010

Permainan Yang Tepat


Permainan yang Tepat

Tanya Jawab Psikologi

Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI


Bu Mayke yang baik, saya ibu bekerja dan saat ini memiliki anak laki-laki yang sedang lucu-lucunya (9 bulan). Saya bersyukur, anak saya aktif dan terlihat banyak mengeksplorasi serta ingin tahu banyak hal. Sebagai ibu bekerja, saya memang tidak terlalu memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengajarinya pola permainan yang baik baginya saat ini. Sehari-hari anak saya selalu dengan pengasuhnya.

Menurut Ibu, pola permainan yang bagaimana yang tepat untuk anak saya pada usia saat ini? Agar saya bisa mengajari pengasuhnya untuk memberikan pola bermain yang pas. Satu hal lagi Bu, bila sedang libur saya dan suami selalu mengajaknya berjalan-jalan dan rekreasi, tetapi kami sering bingung saat menentukan tempat rekreasi yang bagaimana yang cocok untuk anak saya saat ini. Mohon dijawab ya, Bu dan terima kasih banyak.

AY Puspitasari ­- Bogor

Ada dua pertanyaan utama, tempat rekreasi yang dituju dan kegiatan bermain yang sesuai. Pertama, untuk tempat rekreasi sebaiknya pilih yang udaranya segar dan bersih, tempatnya lapang agar dia bebas bergerak, bisa mendorong kereta bayi, atau si kecil bisa dibiarkan merangkak di atas alas yang sudah dihamparkan. Bila dia sudah bisa berjalan atau ditatih, itu bisa Anda lakukan di atas rumput yang bersih dari kotoran hewan dan benda-benda tajam. Kalau ada kolam renang yang kebersihannya terjamin, bisa Anda ajak bermain dalam air di kolam cetek. Taman yang dipenuhi tumbuhan, hewan, juga sesuai dijadikan tempat rekreasi. Beritahu mana yang namanya pohon, bunga, ayam, burung, dan seterusnya. Informasi ini bisa diserap bebas oleh anak sebagai rangsangan bahasa.

Hal lain yang perlu dicermati, hindari polusi suara dan cahaya berlebihan, seperti yang sering kita dapati di mal-mal. Sebab, setiap gerai beradu keras menyetel lagu-lagu, atau kalau kebetulan ada acara promosi suatu produk, suaranya juga menggelegar. Cahaya lampu yang terlalu gemerlap juga bukan rangsangan yang baik untuk anak. Sebab, kerja saraf-saraf di otak belum sesuai untuk menampung rangsangan yang berlebihan, sama halnya dengan cahaya yang dipancarkan di layar kaca.

Bagaimana dengan kegiatan bermain? Sesuai dengan tahap perkembangan kognitif yang berbeda pada setiap anak yang berada di tahap sensori motor, maka kegiatan hendaknya mengarah pada perangsangan semua alat indra serta gerakan tangan, lengan, tungkai dan kaki. Melalui alat-alat tubuh ini, anak akan menangkap informasi untuk diolah dalam benaknya. Apa persisnya kegiatan bermain untuk anak usia 9 bulan, bisa Anda baca dalam buku nakita mengenai bermain dan permainan.

Selamat beraktivitas bersama anak! Hal penting lainnya di saat rekreasi, tidak usah membawa pengasuh. Anda dan suami harus berani mengasuh anak sendiri sehingga kebersamaan dengan si kecil lebih terasa tanpa campur tangan orang lain.

Model terapi di rumah



Dengan alat terapi yang cukup memadai, anak dapat lebih cepat menyerap pelajaran...